Pages

Showing posts with label gado-gado kantor. Show all posts
Showing posts with label gado-gado kantor. Show all posts

Friday, February 6, 2015

Ketika Para Ibu "Bergerak"...

Mengapa para ibu harus "bergerak"?? jawabnya... mungkin adalah tuntutan peran. Bayangkan jika sehari saja para ibu tidak bergerak, mungkin kita tidak dapat menikmati sarapan spesial untuk bahan bakar beraktifitas selama sehari. Ini hanyalah salah satu contoh kecil saja, tentu masih banyak lagi peran lainnya. Lalu apa peran ibu hingga menuntutnya untuk tetap bergerak meski sekadar meluruhkan timbunan lemak, hehe...     

"Surga berada di bawah telapak kaki ibu", sudah sangat akrab terdengar di telinga kita. Ini menggambarkan betapa mulia kedudukan seorang 'ibu'. Ibu di sini bukanlah sekadar panggilan seorang anak terhadap perempuan yang telah melahirkan, mengasuh, ataupun mendidiknya, melainkan sebuah makna dan peran yang lebih luas lagi. Ibu adalah sebutan bagi seorang perempuan dewasa dengan segala peran dan konsekuensinya. Di kantor misalnya, ibu adalah harmoni yang selaras bagi tujuan organisasi. Bagi ibu yang bertugas sebagai isteri sudah pasti adalah mitra andalan para bapak, pendukung karir mereka di kantor. Sementara bagi ibu yang bertugas sebagai karyawati merupakan mitra kerja para bapak dalam mencapai tujuan organisasi.

Ketika para ibu berkumpul, kemudian bergerak, maka lihatlah indahnya karya yang telah mereka hasilkan. Pada Rabu, 4 Februari 2015 lalu, Ibu-ibu yang tergabung dalam dharma wanita Pustekkom menyelenggarakan field trip ke sebuah pabrik tekstil di Bandung, kemudian makan siang di floating market sambil melepas penat dan arisan. Selepas acara arisan, tujuan berikutnya adalah memuaskan hobi para ibu di sini yaitu be-lan-jaaa... Yaaa destinasi berikutnya adalah Rumah Mode dan sebuah toko pusat oleh-oleh khas Bandung. Akhirnya sehari seru bersama ibu-ibu dharma wanita pun terpaksa harus berujung ketika bis yang kami tumpangi memasuki gerbang kantor Pustekkom pada jam tepat tengah malam, Alhamdulillaah...






Dharma wanita adalah salah satu bentuk gerakan para ibu. Ada banyak manfaat yang didapat oleh para anggotanya mulai dari pengetahuan, wawasan, mompreneur networking, serta banyak lagi lainnya, terutama dan yang pasti adalah keakraban, kedekatan dan kekompakan di antara kami. Inilah yang paling penting di sini, saat kata "solid" menjadi teramat mahal di era ini. Padahal inilah cikal bakal keberhasilan sebuah tim organisasi dalam mencapai tujuannya. "Solid", para ibu di sini berhasil "bergerak" untuk mewujudkannya. Semoga...selamanya..!!!  

Thursday, January 19, 2012

Dharma Wanita : Bukan Kumpul-kumpul Biasa...

"Norinya bisa diganti dengan agar-agar nggak?...". 
" Bisa ibu, tapi karena agar-agar terlalu lembut, jadi kurang pas nempelnya..".  

ini adalah jawaban Mr. Marchell untuk Ibu Sarini salah seorang peserta yang bertanya. Ibu-ibu tampak antusias menyimak segala gerak dan ucapan Mr. Marchell, instruktur dari Moshi Bento, saat membagikan teknik menghias kotak bekal untuk anak ala bento. Tidak seperti biasanya, acara dharma wanita di kantor hari ini tampak lebih rame dari biasanya, hampir tak ada satupun peserta yang meninggalkan ruang auditorium grha tama lt.4 sejak awal hingga acara selesai. Semua bergeming, menyimak detil acara satu demi satu. Entah karena temanya menarik atau waktunya yang kebetulan di awal tahun. Biasanya di awal tahun seperti ini, beban pekerjaan relatif lebih sedikit, sehingga pimpinan membebaskan ibu-ibu yang kebetulan juga karyawati kantor untuk mengikuti acara dharma wanita kali ini dengan sepenuh hati (hurrayyy...!!!).

Sebenarnya ada apa saja di sini...seperti biasa acara pagi tadi dibuka dengan sambutan ketua Dharma Wanita, Ny. Yossy Ari. Kemudian  nyanyi bareng sebelum masuk acara tema--kali ini teknik bento, arisan, doorprize, obrolan ringan seputar kita, ditutup dengan doa dan makan siang. 


Dharma wanita, warisan orba yang masih relevan hingga saat ini. Adalah Ny Tien Soeharto, Ibu Negara pada waktu itu, pada tahun 1974 menggagas berdirinya organisasi yang beranggotakan para isteri pegawai dan  pegawai perempuan ini. Dimaksudkan untuk mendukung terwujudnya kesejahteraan anggota dan keluarganya (AD/ART). Kalau yang kami rasakan kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mempererat tali silaturahim antar anggotanya. Di sini kami bisa ngobrol yang ringan-ringan, berbagi ide dan pengalaman seputar dapur, perkembangan anak, keterampilan praktis, bahkan bisa juga berbisnis bersama. Karena senasib, sesama ibu-ibu yang memegang peran kunci yang katanya tiangnya negara....(hehe...kesannya agak berat memang, tapi ini nyata) kami jadi sangat berhasrat saat berkumpul disini. Setiap kali pertemuan ini berakhir, pasti timbul ide baru untuk terus bergerak....salam dharma wanita!!

Friday, January 6, 2012

Tidak Ada Sistem Manusia Yang Sempurna

"Pemimpin yang baik, pernah jadi anak buah yang baik", demikian menurut Dahlan Iskan, mantan CEO PLN, yang juga menteri BUMN, seperti dikutip big boss--(Pak Ari kami biasa memanggilnya) dalam rapat pagi hingga siang tadi, 6/1/12. Jika seseorang tidak pernah menjadi yang terbaik di apapun posisinya sekarang, jangan harap dia akan naik pada posisi yang lebih tinggi. Parameter anak buah yang baik adalah tidak menjadi bagian persoalan bagi pemimpinnya. Tetapi justru dapat memberikan jalan keluar pada atasannya. Pun demikian saya (baca:Pak Ari) akan berusaha tidak merepotkan atasan saya.

Setiap pimpinan harus berani mengambil resiko, jangan takut dalam mengambil keputusan karena pasti ada korban.Tidak ada sistem yang dibuat manusia sempurna. Dalam sejarah penciptaan manusia, timbul protes iblis kepada Sang Pencipta. Iblis menolak saat Alah SWT memerintahkannya untuk sujud kepada Adam AS. Iblis juga menolak keputusan Allah SWT yang menunjuk Adam AS sebagai khalifah di bumi. Apalagi pro dan kontra atas nama sistem buatan manusia, pasti akan ada. Jadi jangan takut berbuat salah. Pun seorang bawahan yang baik, bawahan yang bijak tetap harus berbuat. Apapun, lebih baik berbuat salah daripada tidak berbuat salah, karena artinya tidak berbuat apa-apa.

Masih menurut big boss, analog dengan lokomotif kereta api berlari menjalankan roda di depan, tetapi sepuluh gerbong di belakang ngerem semua, pasti tidak akan jalan, percayalah!!. Di Tahun 2012, semua harus tancap gas. Mari kita berlari dan memperkecil gaya gesek. Dalam fisika, gaya gesek adalah gaya yang berlawanan dengan kecenderungan benda bergerak. Salah satu caranya adalah dengan lebih mengefektifkan lagi proses diskusi dan komunikasi antar kita. Dengan menerapkan integrasi proses, resource sharing dan TIK sebagai pilar problem solving, dapat menjadi salah satu alat dalam mencapai tujuan organisasi. Jika ini kita pegang,  maka  secara tidak langsung akan dapat meningkatkan empati antar kita, baik internal maupun eksternal yang lebih luas, menjadi lebih bermanfaat dan bermakna. Untuk lebih bermanfaat, kata kuncinya ada pada efektif, efisien dan berkualitas. Selamat berbuat!!!

Tuesday, July 20, 2010

Senam Indonesia Jaya


Sikap Awal
  • berdiri tegak,
  • tumit rapat dengan ujung kaki terbuka selebar kepalan tangan,
  • pandangan lurus ke depan,
  • kedua lengan lurus di samping badan,
  • telapak tangan rapat di samping paha,
  • jari – jari rapat menghadap ke bawah

Pemanasan
  • Tujuan     :  untuk menghilangkan kekakuan pada otot dan persendian serta menaikkan denyut jantung secara perlahan.

1.      Gerakan 1, (2x8 hitungan),
  •  Pertama, 1x8 hitungan, jalan di tempat, diawali dengan kaki kanan. Ayunkan lengan bergantian ke arah dagu. Tangan setengah mengepal, siku kedua lengan ditekuk ke belakang.









  •  Kedua, 1x8 hitungan, hitungan satu, tangan di pinggang, empat jari rapat di depan, tundukkan kepala. Hitungan dua, kepala kembali ditegakkan. Ulangi sampai delapan hitungan.
2.      Gerakan 2, (4x8 hitungan),
  • Pertama, 1x8 hitungan, membuka kaki kanan dan kiri seimbang dan kembali merapat, sambil mengayunkan lengan bergantian ke arah dagu, hitungan satu mulai ke sisi kanan.
  • Kedua, 1x8 hitungan, jalan di tempat, kedua tangan di pinggang, empat jari rapat di depan, tengokkan kepala ke samping kanan dan kiri, hitungan satu mulai ke sisi kanan.
  • Ketiga,  1x8 hitungan, ulangi gerakan pertama, hitungan satu mulai ke sisi kiri.
  • Keempat, 1x8 hitungan, ulangi gerakan kedua, hitungan satu mulai ke sisi kiri.

3.      Gerakan 3, (4x8 hitungan),
  • Pertama, 1x8 hitungan, melangkah satu langkah ke samping kanan dan kiri, sambil mengangkat bahu secara perlahan, tangan di kepal di samping badan, hitungan satu mulai ke sisi kanan.
  • Kedua, 1x8 hitungan, jalan di tempat di awali kaki kanan, putar kedua bahu perlahan ke belakang.
  • Ketiga,  1x8 hitungan, ulangi gerakan pertama, hitungan satu mulai ke sisi kiri.
  • Keempat, 1x8 hitungan, ulangi gerakan kedua.
 
4.      Gerakan 4, (4x8 hitungan),
  • Pertama, 1x8 hitungan, melangkah satu langkah ke samping kanan dan kiri, sambil mendorong dan menarik bahu, hitungan satu mulai ke sisi kanan.
  • Kedua, 1x8 hitungan, jalan di tempat di awali kaki kanan, putar kedua bahu perlahan ke depan.
  • Ketiga,  1x8 hitungan, ulangi gerakan pertama, hitungan satu mulai ke sisi kiri.
  • Keempat, 1x8 hitungan, ulangi gerakan kedua.

5.      Gerakan 5, (4x8 hitungan),
  • Pertama, 1x8 hitungan, melangkah satu langkah ke samping kanan dan kiri, sambil menekuk dan meluruskan kedua lengan, kepalan berhadapan, hitungan satu mulai ke sisi kanan.
  • Kedua, 1x8 hitungan, membuka kaki dua kali serong ke depan dengan tumit, bergantian kanan dan kiri, sambil mengangkat kepalan tangan dua kali ke arah samping telinga, bergantian. Hitungan satu mulai ke sisi kanan.
  • Ketiga,  1x8 hitungan, ulangi gerakan pertama, hitungan satu mulai ke sisi kiri.
  • Keempat, 1x8 hitungan, ulangi gerakan kedua, hitungan satu mulai ke sisi kiri.

6.      Gerakan 6, (4x8 hitungan),
  • Pertama, 1x8 hitungan, melangkah satu langkah ke samping kanan dan kiri, sambil mendorong kepalan dari pinggang lurus ke depan setinggi dan selebar bahu, dengan membuka jari-jari, telapak tangan berhadapan, hitungan satu mulai ke sisi kanan.
  • Kedua, 1x8 hitungan, melangkah selangkah maju mundur, diawali kaki kanan, sambil mengangkat kedua kepalan tangan dari perut ke arah samping telinga.
  • Ketiga,  1x8 hitungan, ulangi gerakan pertama, hitungan satu mulai ke sisi kiri.
  • Keempat, 1x8 hitungan, ulangi gerakan kedua, hitungan satu mulai kaki kiri.



7.  Gerakan 7, (4x8 hitungan),
  • Pertama, 1x8 hitungan, melangkah dua langkah ke samping kanan dan kiri, sambil kedua tangan mengayun lurus ke samping setinggi bahu, kepalan menghadap ke bawah, hitungan satu mulai ke sisi kanan.
  • Kedua, 1x8 hitungan, mendorongkan kaki ke samping dua kali, sambil mendorong kepalan tangan, dua kali bergantian, dari pinggang ke arah diagonal setinggi bahu. Hitungan satu mulai ke sisi kanan.
  • Ketiga,  1x8 hitungan, ulangi gerakan pertama, hitungan satu mulai ke sisi kiri.
  • Keempat, 1x8 hitungan, ulangi gerakan kedua, hitungan satu mulai ke sisi kiri.

8.  Gerakan 8, (4x8 hitungan),
  • Pertama, 1x8 hitungan, melangkah dua langkah ke samping kanan dan kiri, sambil kedua lengan lurus diayun naik ke samping dan dibawa ke depan selebar dan setinggi bahu, hitungan satu mulai ke sisi kanan.
  • Kedua, 1x8 hitungan, diawali dengan kedua tangan ditekuk, dan kepalan di depan dada. Dorong kedua lengan lurus ke depan, selebar dan setinggi bahu sambil mendorong kaki ke belakang, dimulai dari kaki kanan ke belakang, kemudian bergantian dengan kaki kiri.
  • Ketiga,  1x8 hitungan, ulangi gerakan pertama, hitungan satu mulai ke sisi kiri.
  • Keempat, 1x8 hitungan, ulangi gerakan kedua, hitungan satu mulai dengan kaki kiri didorong ke belakang.
Peregangan Dinamis dan Statis
  • Tujuan     :  untuk meregangkan otot-otot tubuh dan mempersiapkan otot sebelum melakukan gerakan  inti.
1.      Gerakan 1, (4x8 hitungan),
  • Pertama, 1x8 hitungan, melangkah satu langkah ke samping kanan dan kiri dengan menekuk kedua lutut, sambil membuka tangan ke samping bergantian kanan dan kiri, telapak menghadap ke atas, akhiri dengan merapatkan kaki.
  • Kedua, 1x8 hitungan, tekuk kedua lutut rapat, sambil memutar kedua lengan ke arah luar, jari-jari rapat.
  • Hitungan 2x8 selanjutnya, ulangi gerakan ke sisi kiri dengan gerakan dan hitungan yang sama.




2.      Gerakan 2, (4x8 hitungan),

  • Pertama, 1x8 hitungan, hitungan satu, buka kaki kanan, dengan lutut kaki kanan ditekuk, tangan ditekuk dengan kepalan di depan dada, hitungan dua, tekuk lutut kiri, sambil condongkan badan ke samping kanan, dengan tangan direntangkan diagonal, telapak tangan menghadap ke bawah, pandangan ke ujung tangan kanan, hitungan ketiga, kembali ke hitungan pertama,  hitungan keempat, kembali ke sikap awal. Hitungan 5–8, ulangi gerakan ke sisi kiri.

  • Kedua, 1x8 hitungan, hitungan 1–4, buka kaki kanan, dengan lutut kaki kanan ditekuk, condongkan badan ke kanan, sambil tekuk tangan kanan, dengan kepalan di depan dada kanan, menghadap ke bawah, tangan kiri lurus diagonal ke atas, dengan jari rapat dan telapak menghadap ke bawah, pandangan ke samping kanan bawah, hitungan 5–8, tekuk lutut kiri, sambil angkat ujung kaki kanan, lengan kiri ditekuk, telapak menghadap ke depan disamping telinga kiri, lengan kanan lurus diagonal ke bawah, telapak menghadap ke bawah dan pandangan ke arah ujung kaki kanan.
  • Hitungan 2x8 selanjutnya, ulangi gerakan ke sisi kiri dengan gerakan dan hitungan yang sama.

3.  Gerakan 3, (6x8 hitungan),
  • Pertama, 1x8 hitungan, hitungan 1, dorong kaki kanan ke belakang, menapak, lengan lurus ke depan, selebar dan setinggi bahu, telapak tangan menghadap ke bawah, hitungan 2, angkat tumit kanan, lutut tertekuk, kedua tangan tertumpu di depan dada, tangan kanan di atas tangan kiri,  hitungan 3, kembali ke hitungan 1, hitungan 4, kembali ke sikap awal. Hitungan 5–8, ulangi gerakan ke sisi kiri.
  • Kedua, 1x8 hitungan, hitungan 1–4, dorong kembali kaki kanan ke belakang, menapak, kedua lengan lurus ke atas, membentuk huruf V, kedua telapak berhadapan, hitungan 5–8, tekuk lutut kanan, tumit kanan terangkat, kedua tangan bertumpu di depan dada.






  • Ketiga, 1x8 hitungan, hitungan 1–4, rapatkan kaki, kedua lutut ditekuk, sambil tangan kanan mendorong tangan kiri, lurus ke depan, hitungan 5–8, angkat lutut kanan ke depan, dengan bola kaki kanan bertumpu pada samping lutut kiri, kepalan tangan kanan di pinggang, dan tangan kiri lurus ke atas di samping telinga, kepalan menghadap ke depan.

  • Hitungan 3x8 selanjutnya, ulangi gerakan ke sisi kiri dengan gerakan dan hitungan yang sama.

Peralihan
Dilakukan sebelum dan sesudah gerakan inti  
  • Tujuan     :  untuk mempersiapkan gerakan selanjutnya sambil mengatur napas.


Gerakan Inti
  • Tujuan     :  untuk melatih koordinasi gerak tangan dan kaki serta menaikkan denyut nadi.


1.      Gerakan 1, (8x8 hitungan),

  • Pertama, 1x8 hitungan, melangkah satu langkah ke samping kanan dan kiri, sambil meninjukan tangan ke samping bergantian, pandangan ke samping mengikuti kepalan tangan.   


 
  • Kedua, 1x8 hitungan, melangkah satu langkah ke samping kanan dan kiri, sambil meninjukan tangan ke atas bergantian di samping telinga, kepalan menghadap ke depan.







  • Ketiga, 1x8 hitungan, melangkah dua langkah ke samping kanan dan kiri, sambil menekuk kedua tangan di depan dada, lalu dibuka lurus ke samping, tangan dikepal menghadap ke bawah. Saat di samping badan kepalan menghadap ke dalam. 

  • Keempat, 1x8 hitungan, jalan di tempat sambil menekuk kedua tangan lalu didorong lurus ke atas, di samping telinga, kepalan menghadap ke depan, saat di samping badan kepalan menghadap ke dalam.
  • Hitungan 4x8 selanjutnya, ulangi gerakan ke sisi kiri dengan gerakan dan hitungan yang sama.





2.      Gerakan 2, (8x8 hitungan),
  • Pertama, 1x8 hitungan, hitungan 1–4, melangkah zig-zag maju sambil mengayun kepalan dari pinggang ke atas, hingga siku setinggi bahu, hitungan 5–8, melangkah zig-zag mundur dengan siku membuka ke samping, 
 









  • Kedua, 1x8 hitungan, hitungan 1–2, diawali dengan kaki rapat, kedua tangan ditekuk di depan dada, buka ujung kaki kanan ke samping kanan, sambil kedua tangan dibuka membentuk huruf L, ke depan dan ke samping, diikuti dengan melangkah ke samping kanan dan akhiri dengan rapatkan kaki kiri, ulangi gerakan ke sisi kiri sampai 8 hitungan.

  • Ketiga, 1x8 hitungan, hitungan 1–2, melangkah maju diawali kaki kanan, kedua kepalan tangan dari pinggang disilangkan ke bawah, lalu ditarik kembali ke pinggang, dan didorongkan ke atas di samping telinga, kepalan menghadap ke depan.  Hitungan 3–4, melangkah mundur diawali kaki kanan, gerakan sama. Ulangi gerakan sampai 8 hitungan.






  • Keempat, 1x8 hitungan, memindahkan berat badan, dengan ujung kaki ke depan bergantian kanan dan kiri, sambil mendayung.
  • Hitungan 4x8 selanjutnya, ulangi gerakan ke sisi kiri dengan gerakan dan hitungan yang sama.


3.      Gerakan 3, (8x8 hitungan),
§         Pertama, 1x8 hitungan, hitungan 1–4, putar badan ke samping kanan, sambil ayun kan tangan setinggi bahu, hitungan ke 4 tangan lurus ke atas sambil berseru “JAYA”, hitungan 5–8, lakukan gerakan yang sama ke samping kiri.


  • Kedua, 1x8 hitungan, hitungan 1–4, maju sambil ayunkan tangan, hitungan ke empat menghadap ke depan sambil tepuk tangan, hitungan 5–8, lakukan gerakan yang sama ke samping kiri.





  • Ketiga, 1x8 hitungan, rentangkan tangan kemudian ayunkan tangan kanan setengah lingkaran, sambil ayunkan kaki kanan ke samping kanan, bergantian dengan arah kiri.



  • Keempat, 1x8 hitungan, diawali dengan kedua tangan ditekuk, setinggi bahu, sambil mendorong kaki ke belakang, dimulai dari kaki kanan ke belakang, kemudian bergantian dengan kaki kiri.
  • Hitungan 4x8 selanjutnya, ulangi gerakan ke sisi kiri dengan gerakan dan hitungan yang sama.


 
4.      Gerakan 4, (8x8 hitungan),

  • Pertama, 1x8 hitungan, kaki kanan maju sambil rentangkan tangan, lutut ditekuk dan sedikit mengayun, kemudian kepalkan kedua tangan di depan dada sambil menghadap ke samping, ulangi maju kaki kanan dan rentangkan tangan, lakukan gerakan memutar hingga 8 hitungan. 
  •  Kedua, 1x8 hitungan, kepalkan kedua tangan di depan dada, kaki dibuka, ayunkan kaki kanan ke serong depan sambil ayunkan lengan lurus ke samping. 







  • Ketiga, 1x8 hitungan, melangkah 2 langkah ke samping kanan dan kiri sambil mengayunkan tangan di depan dada, saat tangan kanan lurus 90° ke atas, tangan kiri lurus 90° ke samping. Lakukan hingga 8 hitungan, awali dengan kaki kanan terlebih dahulu.

  • Keempat, 1x8 hitungan, kaki melangkah maju mundur zig-zag, sambil memutar kepalan tangan di depan dada, hitungan ke 3 & 4, tepuk tangan, awali dengan kaki kanan.

  • Hitungan 4x8 selanjutnya, ulangi gerakan ke sisi kiri dengan gerakan dan hitungan yang sama.



Pendinginan
Kembali ke Gerakan Peregangan Dinamis dan Statis, kemudian Pernapasan.
§         Tujuan    :  untuk menurunkan denyut nadi kembali dan mengembalikan kondisi tubuh seperti semula.

    Monday, September 7, 2009

    Serba salah.....kuncinya---sabar.......

    "Ada seorang anak dan ayahnya yang sedang berjalan sambil menuntun seekor keledai.......orang-orang bilang: pandir bener tu anak dan ayahnya....keledai kok dituntun!!!

    Kemudian sang anak dan ayahnya, keduanya menaiki keledai bersamaan......kata orang: jahat bener tu anak dan ayahnya....keledai kecil dinaiki dua orang sekaligus...dimana nalarnya!!!

    Sang ayahpun turun dan menuntun keledai yang dinaiki sang anak seorang diri.....orang-orang berujar......si anak kok tega bener sich sama ayahnya.......orang tua suruh jalan kaki, dianya enak-enakan naik di atas!!!

    Akhirnya si anak turun dan mempersilakan sang ayah naik ke punggung keledai. Merekapun berjalan melanjutkan perjalanannya.....orang-orang yang melihatnya berkata: tega bener si ayah yang berbadan besar, membiarkan anaknya berjalan menuntun keledai yang dinaikinya......

    Kedua anak dan ayah tersebut akhirnya memanggul keledai di sisa perjalanannya......orang-orang belum lelah menghakiminya: anak dan ayah sama pandirnya, keledai kok dipanggul....bak barang tak
    berkaki saja......!!!

    Gubrakkk!?!?$#~
    !?!?......bingung kan......serba disalahkan.....kuncinya sabar dan ikhlas.....

    Itu adalah sepenggal cerita di awal penyampaian tausiah oleh KH. Fauzie Zuhrie, S.Ag dalam acara Buka Bersama Anak Yatim di masjid Al Ijtihad Jakarta.

    Monday, August 20, 2007

    Tujuhbelasan eeeuuuuuyyy......

    Merdeka !!!
    Tujuhbelasan is....lomba-lomba, semua penjuru negeri ini bersuka cita menyambut HUT RI Ke 62 dengan berbagai perayaan...
    Di sudut-sudut jalan, alun-alun kota, mal, kantor, semua berdandan cantik dengan merah putih di sana-sini....yang pasti, tujuhbelasan ngga' seru tanpa lomba-lomba. Sayang, pagi itu aku menemani bos Waldopo...masih ada beberapa naskah untuk di-scriptconference, padahal hingga menjelang siang sms,miscall, tat..tit..tat..tit.. terpaksa tak kuhiraukan. Mbak Yane Cs, sejak pagi udah ribut ngajak ikutan lomba, Bu Eha juga..... Akhirnya menjelang sore, kelar juga scriptconference.... lumayanlah masih kebagian beberapa lomba....


    cabut bendera.....

    Bang Buyung n' Bang Dirman "in action"
    bakiak maniak.....

    jepit botol...



    tarik tambang...

    egrang walking...
    hormat graakkk......!!!
    Horreeee....kita menaaaaaanggg.....
    Kehadiran kita bukan sebagai pesaing, hanya pelengkap kesuksesan bersama, Merdeka!!!!